Rutinitas yang baik tetap memberi ruang untuk perubahan. Tidak semua hari berjalan sesuai rencana, dan fleksibilitas membantu menghadapi hal tersebut dengan lebih tenang.
Ketika kondisi berubah, menyesuaikan rutinitas tanpa rasa bersalah membantu menjaga suasana hati. Fleksibilitas memberi kebebasan untuk beradaptasi.
Rutinitas yang terlalu kaku justru dapat menimbulkan tekanan. Sebaliknya, rutinitas yang lentur membantu tubuh dan pikiran tetap nyaman meskipun jadwal berubah.
Menyiapkan alternatif sederhana untuk aktivitas harian membantu menjaga kontinuitas. Jika satu hal terlewat, masih ada kebiasaan lain yang bisa dilakukan.
Fleksibilitas juga membantu menjaga konsistensi jangka panjang. Rutinitas yang bisa menyesuaikan diri lebih mudah dipertahankan.
Dengan keseimbangan antara konsistensi dan fleksibilitas, rutinitas harian menjadi pendukung kenyamanan, bukan sumber tekanan.
